Diarsipkan di bawah: Uncategorized
TREND lagu yang sukses secara jualan dan catcy di kuping penikmat musik Indonesia, resepnya sederhana: progresi kord 3 kunci, lirik gampang dihapal dan tempo lambat. Sekarang ada tambahan: sering dinyanyikan pengamen dan anak-anak. Dengan resep sederhana itu, Samsons, Ungu, radja, Peterpan atau Seuriues, menangguk sukses yang tidak sedikit.
Meski menolak dianalogikan dengan “resep” itu, NAFF Band ternyata “mempraktekkan” ramuan mujarab di musik Indonesia itu. Pertapaannya selama 3 tahun lebih, ternyata tak menghasilkan progres yang luarbiasa. NAFF ternyata “malu-malu kucing” untuk bermetamorfosis menjadi pembawa perubahan. Hasilnya, NAFF cenderung membawa dirinya para alur trend yang ada. Tidak percaya?
Perhatikan single pertamaKau Masih Kekasihku di album ke-4 ISYARAT HATI. Meski konon ada benang merah dengan sukses Terendap Laraku beberapa tahun silam, tapi mengapa secara musikalitasnya sepertinya hanya “mengulang” saja. Tempo, lirik, dan warna vokal Ady, masih saja terasa mendayu-dayu. Jualan? Tampaknya pilihan itu yang kemudian diambil.
Kelebihan band asal Bandung ini adalah pada lirik. Ady, yang didapuk sebagai vokalis sekaligus penulis 95 % lirik di album ini, cukup punya intensitas sastawi yang lumayan. Bahasanya tidak “kampungan” meski nyaris semuanya bicara cinta.
Album ini didominasi tempo lambat yang tidak terlalu nendang sebenarnya. Sayangnya, pilihan single keduanya, Akhirnya Ku Menemukanmu punya tempo yang sejenis dengan single pertama. Artinya, dua single yang diluncurkan, punya “keseragaman”. Miskin kreativitaskah?
Isyarat Hati yang jadi judul albumnya, setali tiga uang dengan dua single awalnya. Tidak jelek sih, tapi terlalu biasa dengan kapabitas sekelas NAFF.
Sebagai band yang vakum cukup lama, NAFF rupanya belajar lebih banya soal trend dan kuping Indonesia. Tidak bisa disalahkan, karena musik adalah industri yang sama dengan nafkah. Tapi kalau ngomong soal progresivitas musikal, NAFF Terlalu lambat untuk 3 tahun menghilang.
Di Ambil Dari http://www.tembang.com/resensi/detail.asp?id=280
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


aQ salut banget denger perjalanan karirnya NAFF, ternyata ka’ ADY orang Makassar ya,,?? Sama donk klo gitu, anha juga orang Makassar.
Komentar oleh anha Oktober 20, 2006 @ 3:52 amTau g’, anha fans berat lho ma NAFF. Semua lagu2nya anha koleksi.
Mulai dari album Terlahir sampe albumnya Isyarat Hati.
Pokoknya Good Luck dee…. buat NAFF
naff vokalisnya kurang gaul!! kurang funky jadi fans nya sedikit,gak kaya ungu ato radja!! penggemar banyak!!naff gue saranin kl ngeband yg lepas!! berekspresi!! lagu lo dah bagus keren,romantis cuma lo kurang ganteng n gak menjiwai,bikin lagu yg lebih menyentuh ke cinta biar banyak yg suka!!!ni cuman masukan doank jangan diambil hati!thanks
Komentar oleh galih November 4, 2006 @ 11:14 amAdi, sukses buat lo. Tapi lo dipanggung gak atraktif, kenapa? Takut ganggu vocal ya? He… hee… Tapi kalo gak atraktif di panggung lo mesti imbangin ama bikin lagu yg bagus, biar sohor banget.
Komentar oleh rusli November 9, 2006 @ 3:54 amKapan kita maen Q-Q lagi di Kost-an kita dulu Jl. Pelesiran Bandung. He.. Sorry kalo dulu gue sering panggil elo ‘Adi Bolot’, sekarang gue ganti dech.. ‘Adi Seleb’! Hee… Bravo ya, Di!
shut your fucking face,, andi fucker
Komentar oleh uncle fucker Januari 20, 2007 @ 5:44 am