Belajar Untuk Tidak Menjadi Bodoh


Isyarat HatiKetika NAFF Makin “Seragam” Dengan Band Lain
September 28, 2006, 3:03 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

NAFF - ISYARAT HATITREND lagu yang sukses secara jualan dan catcy di kuping penikmat musik Indonesia, resepnya sederhana: progresi kord 3 kunci, lirik gampang dihapal dan tempo lambat. Sekarang ada tambahan: sering dinyanyikan pengamen dan anak-anak. Dengan resep sederhana itu, Samsons, Ungu, radja, Peterpan atau Seuriues, menangguk sukses yang tidak sedikit.

Meski menolak dianalogikan dengan “resep” itu, NAFF Band ternyata “mempraktekkan” ramuan mujarab di musik Indonesia itu. Pertapaannya selama 3 tahun lebih, ternyata tak menghasilkan progres yang luarbiasa. NAFF ternyata “malu-malu kucing” untuk bermetamorfosis menjadi pembawa perubahan. Hasilnya, NAFF cenderung membawa dirinya para alur trend yang ada. Tidak percaya?

Perhatikan single pertamaKau Masih Kekasihku di album ke-4 ISYARAT HATI. Meski konon ada benang merah dengan sukses Terendap Laraku beberapa tahun silam, tapi mengapa secara musikalitasnya sepertinya hanya “mengulang” saja. Tempo, lirik, dan warna vokal Ady, masih saja terasa mendayu-dayu. Jualan? Tampaknya pilihan itu yang kemudian diambil.

Kelebihan band asal Bandung ini adalah pada lirik. Ady, yang didapuk sebagai vokalis sekaligus penulis 95 % lirik di album ini, cukup punya intensitas sastawi yang lumayan. Bahasanya tidak “kampungan” meski nyaris semuanya bicara cinta.

Album ini didominasi tempo lambat yang tidak terlalu nendang sebenarnya. Sayangnya, pilihan single keduanya, Akhirnya Ku Menemukanmu punya tempo yang sejenis dengan single pertama. Artinya, dua single yang diluncurkan, punya “keseragaman”. Miskin kreativitaskah?

Isyarat Hati yang jadi judul albumnya, setali tiga uang dengan dua single awalnya. Tidak jelek sih, tapi terlalu biasa dengan kapabitas sekelas NAFF.

Sebagai band yang vakum cukup lama, NAFF rupanya belajar lebih banya soal trend dan kuping Indonesia. Tidak bisa disalahkan, karena musik adalah industri yang sama dengan nafkah. Tapi kalau ngomong soal progresivitas musikal, NAFF Terlalu lambat untuk 3 tahun menghilang.

Di Ambil Dari http://www.tembang.com/resensi/detail.asp?id=280



NAFF – Bila Aku Pulang
September 28, 2006, 2:42 am
Diarsipkan di bawah: Lirik Lagu/mp3

sambut aku dengan senyummu
bila aku pulang
peluk aku usap peluhku
ringankan beban di pundakku

telah jauh ku berjalan
mengarungi sang waktu hanya untukmu
cobaku petik bintang
laluku bawa pulang itu hanya untukmu

sambut aku dengan cintamu
saat aku pulang
sentuh aku basuh perih ku
hilangkan letih di tubuhku

telah jauh ku berjalan
mengarungi sang waktu hanya untukmu
cobaku petik bintang
laluku bawa pulang itu hanya untukmu

kuingin kau jadi tempat
dimana aku bersandar dari penat letihku

kuingin kau jadi tempat
dimana aku berhenti tuk tenangkan jiwaku

hououo houou hououo

telah jauh ku berjalan
mengarungi sang waktu hanya untukmu
cobaku petik bintang
laluku bawa pulang itu hanya untukmu

kuingin kau jadi tempat
dimana aku bersandar dari penat letihku

kuingin kau jadi tempat
dimana aku berhenti tuk tenangkan jiwaku

hououo houou hououo

kuingin kau jadi tempat
dimana aku bersandar dari penat letihku

kuingin kau jadi tempat
dimana aku berhenti tuk tenangkan jiwaku

kuingin kau jadi tempat
dimana aku bersandar dari penat letihku

kuingin kau jadi tempat
dimana aku berhenti tuk tenangkan jiwaku



NAFF – Kesempurnaan Cinta
September 28, 2006, 2:41 am
Diarsipkan di bawah: Lirik Lagu/mp3

Keindahanmu tak pernah dapat terlukiskan
Kecantikanmu menakjubkan hati
Ketulusannmu mengalir sebening kasihmu
Setiamu menguatkan aku

Kau begitu berarti sungguh sangat berarti
Kesempurnaan cinta yang kau beri

Reff:
Aku menyayangimu dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu dalam hidup dan matiku



NAFF – Ketika Semuanya Harus Berakhir
September 28, 2006, 2:40 am
Diarsipkan di bawah: Lirik Lagu/mp3

Ketika semua harus berakhir
Ketika peluhku tak lagi berarti
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya

Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya

Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba

Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya

Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta



Rambu Rambu Di Bulan Ramadhan
September 26, 2006, 9:20 am
Diarsipkan di bawah: ReNuNgAn

Nemu Di Milis nehh rambu rambu agar selamat berpuasa ….. selamat juga dunia dan akhirat… hehehehe… (lagi…)